Senin, 06 September 2010

Anang Lastriyanto Penemu Vacuum Fryer Horizontal

Sejak melihat mesin vacuum frying buatan Taiwan di suatu pameran, Anang Lastriyanto terkejut dengan mahalnya harga yang ditawarkan. Waktu itu ketika satu dollar senilai 2000 rupiah harga vacuum frying dijual seharga 70 juta rupiah. Anang Lastriyanto berfikir untuk menciptakan alat serupa tetapi dengan harga yang terjangkau pelaku Usaha Kecil dan Menengah.

Di awali pada tahun 1993, Anang Lastriyanto mencoba pertama kali membuat vacuum frying. Masalah dana tidak dijadikan hambatan olehnya. Dengan memanfaatkan alat-alat yang ada Anang Lastriyanto memulai membuat vacuum frying dari kompor hadiah perkawinan. Saat itu dikerjakan di kampus, maklum belum punya bengkel sendiri. Awalnya sebagai pendingin digunakanlah AC rumah dan tabung masih dipasang secara vertical. Produk ini berfungsi secara baik, hanya dari segi biaya produksi dan pengoperasian masih dirasakan mahal karena digunakannya AC. Setelah membuat beberapa perbaikan dan masukan dari pengguna dihasilkanlah vacuum frying beberapa generasi. Vaccuum frying model horizontal ini hanya ada di Indonesia, tidak dapat dijumpai di negara lain. Di negara lain, modelnya vertical dan bukan menggunakan pompa air sebagai alat penghampa udara.

Vacuum frying yang terakhir dihasilkan sudah generasi ke empat. Kini Anang Lastriyanto sudah mempunyai bengkel sendiri dan beberapa pegawai. Kebanyakan pegawainya sudah lama ikut Pak Anang Lastriyanto. Maklum di daerah ini kekeluargaan masih terasa sangat erat. Vaccum frying buatan Pak Anang ini sudah teruji untuk membuat berbagai kripik buah, bahkan bakso pun bisa. Kripik buah yang terkenal antara lain: kripik nangka, kripik salak, kripik nanas, kripik durian dan sebagainya.

Selain sudah mendapatkan paten no P.20010073 atas mesin vacuum frying horizontal, bengkel Pak Anang Lastriyanto ini juga mempunyai sertifikat. Tidak heran berbagai departemen menjadi langganan produk Pak Anang Lastriyanto ini. Vacuum frying generasi ke empat ini mempunyai beberapa kelebihan, antara lain waktu yang diperlukan untuk menggoreng lebih cepat dan lebih hemat minyak goreng. Kelebihan ini hasil dari beberapa kali percobaan dengan menggunakan beberapa variasi dari ketebalan dan bentuk plat stainless untuk tabung penggoreng. Pelat digunakan dengan ketebalan yang tepat dan presisi, ini bisa dilihat dari hasil las-lasannya yang terlihat rapi. Begitu pula keranjang di dalam tabung, las-lasannya rapi walaupun mengelas keranjang buah ini relative sulit karena bentuk keranjang bolong-bolong dan tipis. Jika tidak hati-hati mengelas keranjang, cipratan dari las dapat melukai anggota tubuh pekerja.




















Pegawai Pak Anang sedang merakit vaccum fryer


Vacuum frying hasil pengembangan Pak Anang Lastriyanto ini kini banyak ditiru oleh pihak lain. Hal itu tidak pernah dipermasalahkan oleh Pak Anang Lastriyanto, walaupun pihak peniru gencar beriklan menawarkan produk vaccum frying horizontal. Hal sebaliknya, Pak Anang Lastriyanto ini sangat jarang berpromosi, informasi yang didapat justru dari mulut ke mulut.

Hal inilah yang menyebabkan belum banyak masyarakat yang mengetahui siapa pengembang vacuum frying horizontal. Namun pada akhirnya Kementrian Riset dan Tekhnologi rupanya mengetahui hal ini. Setelah 17 tahun mengembangkan vacuum frying horizontal, akhirnya Kementrian Riset dan Tekhnologi memberikan Award Anugerah Riset kategori Teknologi Inovatif Tahun 2010, pada tanggal 10 Agustus 2010.

Untuk itu, beberapa kru dari Kripik-buah.blogspot berangkat ke Malang untuk menemui Pak Anang Lastriyanto di kediamannya dan melihat produk vaccum frying yang dihasilkan.




















Kru Kripik-buah.blogspot.com menemui Bapak Anang Lastriyanto


Vacuum frying horizontal buatan Pak Anang ini bekerja dengan prinsip Bernoulli. Semburan air dari pompa yang dilalui pipa menghasilkan efek venturi atau sedotan (vacuum). Dengan menggunakan 7 atau 8 ejector/ injektor, pipa khusus menghisap air di dalam tabung penggoreng dan selanjutnya didinginkan di kondensor, setelah dingin air dimasukan ke dalam bak air. Semakin dingin semakin baik vacuum yang dihasilkan. Untuk menjalankan mesin vaccum frying ini tidaklah terlalu susah, cukup dengan mengikuti training 2 hari, pengguna sudah memahami cara kerja mesin ini. Untuk perawatan, setiap 6-8 kali penggorengan, tabung dibersihkan dengan cara minyak dikeluarkan dan tabung dibersihkan dengan air panas. Air di bak pendingin juga perlu diganti jika mulai ada kotoran yang dapat menyumbat ejector.





















Ejector atau Injektor


Tabung penggoreng yang dibuat Pak Anang Lastriyanto ini terlihat special, karena platnya tidak terlalu tebal ataupun terlalu tipis. Jika terlalu tebal maka diperlukan waktu lebih lama untuk menggoreng kripik buah. Jika terlalu tipis, tabung penggoreng bisa berubah bentuk menjadi penyok-penyok. Bentuknya tabungnya pun terlihat khusus, yaitu pada ujung-ujungnya terlihat cekung. Bentuk cekung ini untuk menghemat minyak dan menambah kekuatan dari tabung, kata Pak Anang Lastriyanto.












Bentuk tabung dan tangkai penggerak keranjang


Tangkai penggerak penggorengan, sengaja dibuat ringan, yaitu dibuat dari plat stainless yang ditekuk menyerupai tangkai penggerak roda sepeda. Dan poros penggerak penggorengan pun kami lihat sangat ringan, karena terbuat dari pipa stainless steel yang tengahnya bolong.

Setelah mendapat penjelasan panjang lebar, kini saatnya mencoba mesin vacuum fryer horizontal ini. Buah yang kami coba adalah buah nanas. Setelah dipotong dengan ukuran yang sama, buah dimasukkan ke dalam tabung penggoreng. Pompa air dan kompor dinyalakan, setelah mencapai tekanan -68 cmHg, keranjang diturunkan dan sesekali digoyang-goyang tangkai pemutarnya. Ketika tekanan mencapai -70 cmHg dan gelembung udara didalam minyak sudah tidak ada, saatnya keranjang kembali diputar keatas. Setelah diputar dengan spinner, didapatkanlah Kripik Buah Nanas yang renyah. Mmmpphhh, lezatnya Kripik Buah alami.












Kripik nanas yang dihasilkan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar